Jumat, 05 Maret 2010
Hasil yang memuaskan bagi Opera dari hasil pemilu Browser
Selasa, 02 Maret 2010
etika dalam berprofesi di dunia Teknologi Informasi
Etika berprofesi dalam dunia teknologi informasi…
Pada pembahasan kali ini penulis akan membahas mengenai etika dalam berprofesi dalam teknologi informasi. Dengan berkembangnya kemajuan dalam teknologi informatika harus diikuti pula dalam pembentukan etika berprofesi dalam dunia informatika. Perilaku etika dan profesionalisme perlu ditanamkan untuk menjalin dan melakukan proses dalam suatu pekerjaan agar menjadi komunikasi berjalan dengan baik.
Kata etik (atau etika) berasal dari kata ethos (bahasa Yunani) yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat. Sebagai suatu subyek, etika akan berkaitan dengan konsep yang dimilki oleh individu ataupun kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu salah atau benar, buruk atau baik. Dalam pergaulan hidup bermasyarakat, bernegara hingga pergaulan hidup tingkat internasional di perlukan suatu system yang mengatur bagaimana seharusnya manusia bergaul. Sistem pengaturan pergaulan tersebut menjadi saling menghormati atau yang lebih dikenal dengan sebutan sopan santun, tata krama, dan lain-lain. Menurut para ahli maka etika tidak lain adalah aturan prilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk. Sehingga peranan etika profesi dalam teknologi informasi sangatlah penting. Istilah profesi telah diketahui oleh banyak orang bahwa profesi merupakan suatu hal yang berkaitan dengan bidang yang sangat dipengaruhi oleh pendidikan dan keahlian, sehingga banyak orang yang bekerja tetap sesuai. Tetapi dengan keahlian saja yang diperoleh dari pendidikan kejuruan, juga belum cukup disebut profesi. Tetapi perlu penguasaan teori sistematis yang mendasari praktek pelaksanaan, dan hubungan antara teori dan penerapan dalam praktek.
Berdasarkan penulisan diatas dapat disimpulkan bahwa peranan etika Profesi di Bidang IT
terlihat pada perkembangan teknologi yang terjadi dalam kehidupan manusia, memberikan banyak perubahan pada cara berpikir manusia, baik itu di dalam usaha pemecahan masalah, perencanaan maupun juga dalam pengambilan keputusan. Perubahan yang terjadi pada cara berpikir manusia sebagai salah satu akibat adanya perkembangan teknologi tersebut, sedikit banyak akan berpengaruh terhadap pelaksanaan dan cara pandang manusia terhadap etika dan norma-norma dalam kehidupannya. Demikian penjelasan sekilas dari penulis…atas perhatiannya terima kasih…:D
Sumber : rinoan.staff.uns.ac.id/.../keamanan-dan-etika-dalam-teknologi-informasi
Sabtu, 26 Desember 2009
Manajemen Data telematika (Sisi Client dan Server)
Client server diaplikasikan pada aplikasi mainframe yang sangat besar untuk membagi beban proses loading antara client dan server. Dalam perkembangannya, client server dikembangkan oleh dominasi perusahaan-perusahaan software yaitu Baan, Informix, Microsoft, Novell, Oracle, SAP, PeopleSoft, Sun, dan Sybase. Pada awalnya pengertian client server adalah sebuah system yang saling berhunungan dalam sebuah jaringan yang memiliki dua komponen utama yang satu berfungsi sebagai client dan satunya lagi sebagai server atau biasa disebut 2-Tier. Definisi lain dari client server adalah pembagian kerja antara server dan client yg mengakses server dalam suatu jaringan. Jadi arsitektur client-server adalah desain sebuah aplikasi terdiri dari client dan server yang saling berkomunikasi ketika mengakses server dalam suatu jaringan. Istilah tier dalam server adalah untuk menjelaskan pembagian sebuah aplikasi yang melalui client dan server. Pembagian proses kerja adalah bagian uatama dari konsep client/ server saat ini. Jadi saat ini pembagian kerja pada client dan server telah diatur secara lebih spesifik. Konsep tier sebagai berikut : 1. 2-tier Membagi proses load ke dalam dua bagaian. Aplikasi utama secara logika dijalankan atau berjalan pada sisi client yang biasanya mengirimkan request dalam bentuk sintaks SQL ke sebuah database server yang berfungsi sebagai media penyimpanan data. 2. 3-tier Membagi proses loading antara : komputer client menjalankan graphical user interface (GUI) logic, aplikasi server menjalankan business logic, dan database atau legacy application. Karena 3-tier memindahkan application logic ke server sehingga sering juga disebut sebagai arsitektur fat server. Macam-macam arsitektur aplikasi Client-Server beserta kelebihan dan kekurangannya yaitu: 1. Standalone (one-tier) Pada arsitektur ini semua pemrosesan dilakukan pada mainframe. Kode aplikasi, data dan semua komponen sistem ditempatkan dan dijalankan pada host. · Kelebihan arsitektur one-tier : - Cepat dalam merancang dan mengaplikasikannya. - Mudah digunakan. · Kelemahan arsitektur one-tier : - Tingkat kemanannya sulit. - Skala kecil. - Tidak memungkinkan adanya re-usable component dan code. 2. Client/Server (two tier) Dalam model client/server, pemrosesan pada sebuah aplikasi terjadi pada client dan server. Client/server adalah tipikal sebuah aplikasi two-tier dengan banyakclient dan sebuah server yang dihubungkan melalui sebuah jaringan. · Kelebihan dari model client/server : - Menangani database server secara khusus. - Mudah digunakan. - Lebih cocok digunakan untuk bisnis kecil. · Kekurangan dari model client/server : - Tidak ada keterbaharuan kode. - Kurangnya skalabilitas. - Skala kecil. - Dari segi pengamanan sulit. 3. Three Tier Arsitektur Three Tier ini banyak sekali diimplementasikan dengan menggunakan Web Application. Karena dengan menggunakan Web Application, Client Side (Komputer Client) hanya akan melakukan instalasi Web Browser. Dan saat komputer client melakukan inputan data, maka data tersebut dikirimkan ke Application Server dan diolah berdasarkan business process-nya. Selanjutnya Application Server akan melakukan komunikasi dengan database server. · Kelebihan arsitektur Three Tier : - Skala besar. - Transfer informasi antara web server dan server database optimal. - Apabila terjadi kesalahan pada salah satu lapisan tidak akan menyebabkan lapisan lain ikut salah. · Kekurangan arsitektur Three Tier : - Lebih susah untuk merancang. - Lebih susah untuk mengatur. - Lebih mahal. Sumber : http://oktishare.com/2009/10/28/arsitektur-aplikasi-client-server/
Senin, 30 November 2009
Teknologi jaringan Wireless sebagai akses dunia maya
Krisnahadi S. Pribadi MSc, Phd. dari Masyarakat Telekomunikasi Indonesia (MASTEL) merangkum data statistik rendahnya penetrasi telematika. Disebutkan pengguna Internet hanya sekitar 0,48 persen dari perbandingan media lain di Indonesia. Di atasnya, pengguna komputer hanya 0,9 persen. Menyusul pengakses telepon 3 persen. Peringkat tertinggi adalah pemirsa televisi dan radio yakni 60 persen. Menurut pengamat telnologi Informasi Onno W purbo ”Internet wireless (tanpa kabel -red) bisa dirakit sendiri seperti yang saya lakukan,” Ia membuktikan bahwa akses Internet tidak melulu tergantung dengan jaringan telepon. Berbagai alternatif tersedia untuk bisa mendapat akses ke dunia maya ini. Bahkan tidak perlu selalu dengan merogoh kocek dalam jumlah besar.
Dengan modal membeli peralatan seharga Rp 4 juta, Onno mampu mengoperasikan jaringan Internet yang terbilang relatif murah. Hanya perlu merogoh kocek Rp 330 ribu per bulan maka ia bisa mengakses internet selama 24 jam non stop. Bahkan ia meneruskan akses yang di-dapat ke beberapa rumah tetangga. Menggunakan sistem two way satelite, yaitu mengambil akses melalui dua satelit. Software yang dipakai bukan hanya Windows, tetapi juga Linux. Kecepatan modemnya 11 Mega Bps. Dilengkapi dengan antena sektoral 180 derajat, modem dapat menerima akses lebih baik. Antene yang dipakai pun buatan sendiri, hanya menghabiskan biaya sekitar Rp 200 ribu. Menurut Onno, rakitan seperti ini sudah mulai dioperasikan oleh beberapa warung Internet (warnet) di Indonesia. Menurut Onno, sebenarnya sejak tahun 1992 Indonesia sudah mengenal basis teknologi paket radio. Memang belum banyak yang mengenal teknologi berkecepatan 1200 bps ini, namun teknologi wireless sudah menjadi alternatif lain. Menjelang akhir tahun 2000, teknologi wireless mulai dipertimbangkan sebagai alternatif lain sebagai jaringan Internet. Bahkan Telkom dan Indosat ikut meliriknya. Warnet di berbagai kota seperti Bandung, Medan, Yogya telah banyak membangun jaringan wireless. Belum lagi masuknya berbagai operator satelit. ”Kenyataan ini pada akhirnya memungkinkan kita untuk membangun akses Internet yang murah bagi rakyat Indonesia,” tambah Onno.
Sebenarnya banyak teknologi wireless yang bisa dipakai bebas. Akses Internet tidak selalu hanya bergantung pada saluran telepon. Bahkan International Telecommunication Union (ITU) dari PBB mengembangkan konsep pembebasan lisensi pada band ISM untuk keperluan instrumentasi, kesehatan dan ilmiah. Frekuensi ISM yang akan menarik bagi aplikasi pengiriman data dan kecepatan tinggi adalah 2400-2500 MHz, 5.725-875 MHz dan 24-24.25 GHz. Bahkan ITU juga membebaskannya dari izin frekuensi dengan beberapa persyaratan. Persyaratan itu antara lain peralatan ISM harus tahan terhadap interfensi di luar band ISM dan dibatasi daya pancarnya. Keuntungan lain yang bisa diperoleh adalah murahnya peralatan komunikasi dengan ISM band ini, karena biasanya dibuat secara massal di luar negeri.
Akses Internet Listrik....
Jika Onno W Purbo menyebut gelombang radio dan satelit sebagai akses jaringan Internet, ada lagi jenis wireless lain yang bisa menjadi alternatif. Didi Ali Achmadi menyebut akses Internet melalui listrik. Sebenarnya ini bukan hal baru. Di beberapa negara maju sudah banyak pengembangan teknologi ini. Namun yang menjadi persoalan apakah karakteristik jaringan listrik Indonesia sama dengan di luar negeri sudah Tercatat “29 juta pelanggan listrik di Indonesia, ini berarti mereka semua mempunyai kesempatan mendapat akses jaringan melalui listrik,” ujar Didi yang menjabat General Manager Development Technologi di PT.Indonesia Comnets Plus, sebuah anak Perusahaan Listrik Negara (PLN) tetap system ini banyak kelemahan dari akses melalui listrik. Gangguan sinyal, kelemahan server dan banyak lagi. Bukan berarti di masa mendatang teknologi ini bisa dikembangkan, sehingga akses lewat listrik tidak kalah mutunya dengan akses lewat telepon maupun radio serta satelit, dengan sistem modul Direct Sequence Spread Spectrum (DSSS), frekuensi yang dicapai antara 1,7-30 MHz. Kemampuan mengakses data sebesar 2,5 MBps. Stabilisasi koneksi Internet juga mampu bertahan 24 jam non stop.
Sumber :
http://www.sinarharapan.co.id/berita/0112/03/ipt01.html
Teknologi Antarmuka Interface ( Tangible user Interface dan Speech recognation )
TANGIBLE USER INTERFACE
Tangible User Interface (TUI) adalah sebuah antarmuka pengguna di mana orang berinteraksi dengan informasi digital melalui lingkungan fisik. Nama awal Graspable User Interface, yang tidak lagi digunakan. Salah satu pelopor dalam antarmuka pengguna nyata adalah Hiroshi Ishii, seorang profesor di MIT Media Laboratory yang mengepalai Berwujud Media Group. Pada visi-Nya nyata UIS, disebut Berwujud Bits, adalah memberikan bentuk fisik ke informasi digital, membuat bit secara langsung dimanipulasi dan terlihat. Bit nyata mengejar seamless coupling antara dua dunia yang sangat berbeda dari bit dan atom.
Karakteristik Tangible User Interface :
- 1. Representasi fisik digabungkan untuk mendasari komputasi informasi digital.
- 2. Representasi fisik mewujudkan mekanisme kontrol interaktif.
- 3. Representasi fisik perseptual digabungkan untuk secara aktif ditengahi representasi digital.
- 4. Keadaan fisik terlihat "mewujudkan aspek kunci dari negara digital dari sebuah sistem.
SPEECH RECOGNITION
Speech recognition (juga dikenal sebagai pengenalan suara otomatis atau komputer pengenalan suara) mengkonversi kata yang diucapkan dengan teks. Istilah "pengenalan suara" kadang-kadang digunakan untuk merujuk kepada pidato pengakuan di mana sistem pengakuan dilatih untuk pembicara tertentu - seperti halnya bagi sebagian besar perangkat lunak pengenal desktop, maka ada unsur pembicara pengakuan, yang mencoba untuk mengidentifikasi orang berbicara, untuk lebih mengenal apa yang dikatakan. Speech recognition adalah istilah yang luas yang berarti dapat mengenali hampir siapa pun pidato - seperti pusat panggilan-sistem yang dirancang untuk mengenali banyak suara. Pengenalan suara adalah sebuah sistem dilatih untuk pengguna tertentu, di mana ia mengakui ucapan mereka berdasarkan suara vokal mereka yang unik.
Aplikasi pengenalan suara termasuk panggilan suara (misalnya, "Call home"), call routing (misalnya, "Saya ingin membuat collect call"), alat domotic DNS dan berbicara konten audio berbasis pencarian (misalnya, menemukan podcast tempat tertentu kata yang terucap), entri data sederhana (misalnya, memasukkan nomor kartu kredit), penyusunan dokumen terstruktur (misalnya, sebuah laporan radiologi), pidato-untuk-pengolahan teks (misalnya, pengolah kata atau email), dan di dalam pesawat terbang cockpits ( biasanya disebut suara langsung Input).
Sumber :
http://en.wikipedia.org/wiki/Speech_recognition
http://en.wikipedia.org/wiki/ tangible_user_Interface
Senin, 23 November 2009
AMIC terbuka untuk semua pemasok ???
AMIC ( Automotive Multimedia Interface Collaboration ) telah melakukan suatu kemajuan yang signifikan dalam satu tahun terakhir dalam menyelesaikan struktur organisasi dan telah mencapai kesepakatan mengenai persyaratan yang diperlukan untuk hardware dan software baik di masa depan mobil dan truk, Jurubicara AMIC Dave Acton mengatakan"sekarang sudah saatnya bagi kita untuk bertemu dengan pemasok dan mereka yang tertarik untuk menjadi pemasok untuk memastikan kami pindah ke tahap berikutnya pembangunan secara bersama-sama. "
Acton menekankan bahwa AMIC terbuka untuk semua pemasok yang tertarik bisnis elektronik. AMIC dibentuk pada bulan September l998 dan saat ini dipimpin oleh 12 produsen otomotif dan anak perusahaan yang meliputi: BMW, DaimlerChrysler, Ford, Fiat, General Motors, Honda, Mitsubishi, Nissan, PSA / Peugeot-Citroen, Renault, Toyota, dan VW. Seorang juru bicara mengatakan kelompok AMIC berencana untuk mendirikan sebuah kantor di San Francisco di masa depan. So bagi yang berkeinginan sebagai pemasok bisnis elektronik bergabung dengan AMIC dapat menjadi solusi.
Sumber : http://findarticles.com/p/articles/mi_m0UDO/is_18_12/ai_63667439/
Pengembangan JAVA oleh JCP ( Java Community Process )
Publik formal review dari JSRs akan muncul sebelum JSRs final di putuskan oleh komite eksekutif JCP. JSRs terakhir yang menyediakan implementasi referensi yang merupakan implementasi teknologi dalam bentuk kode sumber dan teknologi kompatibilitas kit untuk melakukan verifikasi terhadap Java API. Jadi dapat dikatakan bahwa sebuah JSRs menggambarkan JCP itu sendiri.
Jadi pada intinya siapa saja dapat mengembangkan fitur-fitur yang ada pada platform pada JAVA. Hasil dari pengembangan tersebut dapat diusulkan ke JCP, yang nantinya usulan tersebut akan ditampung kedalam yang namanya JSRs. Hasil akhir dari JSRs tersebut-lah yang akan menjadi update dari versi terbaru dari JAVA. Ini merupakan perkembangan JAVA oleh JCP.

